Aku&Kamu

Tiba – tiba saja aku ingin menceritakan kesanku tentang pertemuan kita. Aku, Siti Nurbaya 2013, tetapi kamu terlalu baik dan terlalu ganteng untuk disebut Datuk Maringgih, walaupun kamu lebih tua 😀 

Malam itu, ibuku sengaja mempertemukan kita. Aku tidak ada firasat sedikitpun untuk dijodohkan. Tetapi, saat bersalaman denganmu, dalam hati aku berkata, “Ih.. ganteng” Lalu berlalu begitu saja. Saat itu 6 Agustus 2013, malam hari setelah sholat tarawih. 

Lebaran, malam jumat. Kamu datang bersama sepupumu, akku tercengang. “Lelaki ini lagi? ada apa?” Aku mulai sedikit curiga. Kita pun didudukkan di kursi, aku ingat kita berhadapan dan aku masih memakai piyama dan berjilbab. Kita dijodohkan. Atmosfir ini sudah tidak asing lagi bagiku karena Mama sering sekali menjodohkan aku dengan kenalan – kenalan Mama, dan aku selalu saja menolak, mempertahankan cintaku ke orang yang sudah kukencani bertahun – tahun. Kali ini, aku rela memberikan nomor handphone, sepertinya hatiku mulai bimbang. Malam itu, 8 Agustus 2013, ba’da maghrib.  

Ibuku terus berkata, “Mama gak maksa. Mama cuma ingin menunjukkan jalan yang benar buat kamu, ini lho.. tapi kalau kamu gak mau, Mama gak Maksa kok.. tapi tolong dicoba dulu..

Setelah hari itu, kita pun saling berikirim pesan, pesan pertama yang  kamu kirim aku masih ingat. “Assalamualaikum, (namaku).. lagi apa? udah makan belum? 😀” Sore itu, aku sepakat dengan diriku sendiri, “Aku ingin mencoba..”  Senja, 9 agustus 2013. 

Dalam benakku, mulai ada pertanyaan, “Apa diterima saja? toh orang tua kita sudah ingin sekali menjodohkan kita.. masalah perasaan, aku yakin rasa sayang bisa datang lewat hari.. tapi bagaimana dengan dia? Apa dia terpaksa? Apa karena takut orang tuanya? Sementara aku disini tulus ingin mencoba kembali rasanya menyayangi dan disayangi? Tapi terasa tidak adil buat aku&kamu jika kamu hanya terpaksa..” Lalu Ayahmu terus memanggilku ke rumah, Ayahmu ganteng. Ayahmu lebih ganteng dari kamu 😀 Ayahmu juga lucu, aku selalu dibuat tertawa oleh beliau, seperti kamu yang selalu bisa membuatku tertawa. Aku mulai yakin dan mau untuk lebih mengenalmu, lebih dekat denganmu.

Saatnya aku harus menyelesaikan studiku, aku kembali merantau dan kamu mengantarku malam itu. Di atas motormu, kamu berkata,

Aku ngomong gini, kamu denger gak? (aku menjawab, "iya denger kok”) Aku mau ngomong penting.. kalau tanggal 28 nanti, aku ke rumahmu sama keluargaku bagaimana? Bukan Mamamu, tapi dari kamu sendiri. Kamu mau gak?“ 

Aku malah menggodamu, ”Memangnya kamu mau apa ke rumahku bersama keluargamu?“ padahal aku sudah nervous ga karuan waktu itu, untuk aku tidak jatuh dari boncenganmu.

Lalu kamu menjawab, ”Ngapain ya? Apa ya istilahnya…. emm.. melamar?“ HAHAHA jantungku kalau dia bisa loncat mungkin sudah kemana – mana.

Emang kamu udah yakin sama aku? Beneran?“

"Emm.. iya.. ”

“Ah lama jawabnya.. gamau ah, gak yakin ya?”

“Yakin kok yakin.. (sambil tertawa). Gimana?”

“Iya.. Mau..” Jawabku sambil malu – malu gak jelas.

Sip..” Sambil mengacungkan jempol kirimu.

Aku dilamar, di atas motor. Unforgettable 😀 Setelah kita berpisah, waktu itu SMSmu membuatku tidak bisa tidur semalaman, padahal hanya.. “Hati – hati di jalan ya.. istirahat aja.. I’ll miss you 😀" Kalau aku tidak ingat di dalam travel, aku sudah meloncat kegirangan seperti orang gila. Aku benar – benar menyukaimu. Malam itu, 3 September 2013, aku&kamu terpisah. 

(to be countinued…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s